Home » » PESONA JIHAD, SYURGA & RAHMAT ALLAH

PESONA JIHAD, SYURGA & RAHMAT ALLAH

Post By KUMPULAN KUNCI JAWABAN LENGKAP on Jumat, 15 Agustus 2014 | 09.09


Dasar renungan : QS yusuf 53.
"Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan) . Karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh pada kejahatan , kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku , Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Mah Penyayang."<QS : 12 ~53>

Ulasan :
Ayat ini bertema tentang hawa nafsu dan jiwa yang mendapat rahmatNya berkait dengan kisah Zulaiha dan Nabi Yusuf as . Zulaiha tidak bisa membebaskan rasa bersalahnya lalu mengakui telah menggoda Yusuf as untuk menuruti ajakannya menuju perbuatan serong , dengan alasan kuatnya dorongan hawa nafsu . Namun Yusuf as tetap berada dalam keteguhan ber-iman , dimana Allah pun merahmatinya . Singkat cerita , ahirnya Zulaiha mau bertaubat .

Spenggal fragmen dari firmanNya tsb adalah sebagai cerminan bagi seluruh ummat manusia tentang betapa pentingnya mengendalikan hawa nafsu . Jika kita renungi , betapa tergambar jelas , bahwa : sejatinya manusia itu tidak bisa bebas dari salah dan dosa lantaran di dorong oleh potensi hawa-nafsu yang ada dalam drinya . Maka teks agama pun mengatakan : "setiap bani adam adalah dalam kesalahan . Dan sebaik-baik mereka yang berbuat salah adalah yang mau bertaubat" .

Sebaliknya , Jika manusia terus menuruti langkah hawa nafsunya tanpa upaya pengendalian yang optimal , tentu dimensi batinnya serasa ada dalam penjara yang buatnya sendiri . Kondisi sperti ini , rahmat Allah tentu makin menjauh .

Lalu ? Manusia atau Jiwa mana yang mendapat rahmatNya ? Tentu jiwa yang terus mau berupaya secara optimal mengendalikan hawa-nafsunya , lalu mau minta ampun jika terjembab dalam ranjau "salah dan dosa" . Sebab Allah telah memberi modal "potensi taqwa" dalam setiap diri manusia , yang telah terurai maknanya dalam Alqur'an sebagai pentunjuk pada mereka ~ agar mampu menangkis "rayuan hawa nafsu" yang merupakan "potensi fujur" ( lihat QS : 91~8) ...

Dengan kata lain , "rahmat Allah" pada manusia itu hadir seiring dengan upaya optimalnya dalam jihad/berjuang mengendalikan hawa nafsunya , termasuk melawan bisikan syaitan , lalu terus melakukan perbaikan dan mohon ampun pada Allah , guna meneguhkan imannya..

Maka tepat skali jika Rasul pun telah berpesan pada sahabatnya seusai perang badar : Jihad yang terbesrar adalah "melawan hawa-nafsu" ...

Karna kemenangan ruhani manusia dari melawan hawa-nafsu , akan menjadikannya "merdeka" , yang otomatis berimbas pada kemerdekaan bangsa dan negaranya . Sebab ?, "kemerdekaan ruhani" itu akan membuka "kesadaran ummat dalam ber-agama" , yang kemudian ber-ujung pada "lahirnya persatuan dan kesatuan " , yang tentu kan menjadi kunci bagi "terbentuknya kekuatan di berbagai bidang kehidupan dalam berbangsa dan bernegara" . Yakni : dari ekonomi , politik, hukum , sosial , budaya dll...

Dari sinilah islam menjadi "jaya" , dan musuh semacam "zionis"pun tentu akan berpikir panjang untuk menembus "benteng kekuatan" yang lahir dari sbuah "persatuan" yang dilandasi "iman & taqwa"....

Nah , lantaran "energi taqwa" telah mampu menangkis "energi fujur" dari hawa nafsu , niscaya manusia kan mendapat drajat yang paling mulya di sisiNya , sesuai dengan firmanNya pada QS alhujurot ~13 ;

"Sesungguhnya orang yang paling mulya pada sisi Allah , ialah orang yang paling taqwa" .....

JANJI ALLAH PADA INSAN BERIMAN
Karena drajat insan paling taqwa adalah level yang paling mulya di sisiNya , otomatis dia adalah orang telah "ber-iman" , dimana di dalam firmanNya Dia pun menjanjikan padanya "syurga yang indah" , dibawahnya di aliri sungai-sungai nan menawan dan mempessona ..

FirmanNya pada QS : 9~72 .
"Allah menjanjikan kepada orang-orang yang mu'min laki-laki dan perempuan(akan mendapat) syurga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai , kekal mereka di dalamnya , dan(mendapat) temapat-tempat yang bagus di syurga 'Adn . Dan keridhaan Allah adalah lebih besar ; itu adalah keberuntungan yang besar .
Kiranya ini saja renungan saya , moga bisa di ambil hikmahNya . Amiin .
Ma'af kurang lebihnya ...

Allahu a'lam .
By : Hamory
Kudus : 18juli2014~
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
 
Support : AL HIKMAH | BERITA TERKINI | AL HIKMAH
Copyright © 2013. AL HIKMAH - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger