Home » » Fatwa Pujangga & Pentingnya Tafakkur Menuju Peradaban Madani

Fatwa Pujangga & Pentingnya Tafakkur Menuju Peradaban Madani

Post By KUMPULAN KUNCI JAWABAN LENGKAP on Selasa, 10 Desember 2013 | 16.33

HIKMAH, Sang pujangga.
adalah sang penulis tentang fenomena, dinamika, dan sari-pati hidup yg alur dan alir tulisannya sarat dg balutan sastra . Seperti Puisi, sya'ir, novel dll. Setidaknya, Pd era jawa klassik, pernah lahir seorang pujangga cerdas yg bernama Ronggo warsito, dimana renungan dan fatwanya sesuai dg realitas kehidupan yg terjadi saat kini sbg "cemeti dan warnig" bg kita. Di antara karya dan fatwanya yg populer bisa kita lihat di bawah ii :

JAMAN EDAN, YEN ORA MELU EDAN ORA KEDUMAN, SAK BEKJO-BEKJONE WONG KANG ELING, ISIH BEKJO WONG KANG ELING LAN WASPODO

Arti interpretasi: Zaman penuh kegilaan yg sarat dg dekadensi moral, korupsi, suap, gratifikasi sex dll, lantaran dipicu sikap serakah terhdp hal duniawiyah ~ Pd kondisi ini, orang yg tidak ikut gila, tidak ikut kebagian harta duniawy ~ Akan tapi, orang yg paling beruntung dlm kondisi tsb adlah yg tetap konsisten , istiqamah terhadap ajaran agamanya, serta waspada terhadap segala kemungkinan terkait aroma politik, yg sewaktu waktu bisa mengancam ketenangan para diri-diri yg moralitasnya sudah "on the riht track". Bisa dikatakan sbuah penyiapan strategi&politik pembentengan.

Seorang penulis fenomena hidup, tentu menggunakan komponen "fikir dan hati" dlm menelorkan karya2nya. dimana potensi "nurani" lebih punya peran besar dlm memfilter segala informasi yg masuk kedalam ruang otaknya, sebelum kemudian lahir serangkai tulisan2 indah yg bernuasa "hikmah".

NURANI, tidak hanya milik satu golongan agama. Namun lintas suku, ras, bangsa dan agama. Maka sebuah tulisan bernuansa "hikmah" ato yg populer dikenal dg sebutan "kata mutiara", quote, bisa lahir dari tangan sang pujangga ato orang2ihlas manapun yg tidak ber-agama islam.

Semisal "budha" , dia banyak mempunyai karya2 bernuansa hikmah yg lahir dari proses kontemplatifnya.

Seorang Kenedy(mantan presiden AS) pun punya "quote": politik memang kotor, namun seni adlh penghapusnya.

Jika kita fair sbg seorang pembaca alqur'an, nampak jelas terlihat bhw wahyu Ilahi memang dipersembahkan bg seluruh ummat manusia lintas agama, suku, ras dan bangsa. Alqur'an mengajak kita berfikir ttg fenomena hidup dan alam, agar menjadi insan yg cerdas aqal dan hati, yg lebih dikenal dg sebutan"ulul-albaab. Maka, jangan heran jika ummat non musim katakan barat misalnya, mereka lebih mampu menguasai kebudayaan dan peradaban dunia, lantaran mereka mau berpayah-payah berfikir ttg fenomena manusia dan alam yg kemudian lahir karya2 sains dan tehnologi mutakhir.

Namun sebaliknya, pada abad-abad belakangan kini, yg konon dipercaya sbg abad kebangkitan islam, justru peradaban islam berada pada LEMBAH KETERPURUKAN dg segala aspeknya. "sangat miskin" tafakkurnya. Mereka "setback" 35th dari titik bangkit yg diprediksikan para sejarawan, budayawan dan cendikiawan.

Realitasnya, kini kita sbg muslim, banyak yg tertinggal dlm jagad pemikiran islam yg ber-aroma universal. Shgg, dampak yg lahir, ummat dlm kondisi stagnan dan berputar-putar pd tataran simbol, bendera, verbal, profan dan kulit luar saja. Pada tingkat ini akan lahir manusia2 yg berpolapikir "kaku", arogan, temperamental, berpecahbelah. Sbb hatinya TIDAK BASAH DENGAN CINTA. Dampak yg lbh berbahaya adlh : tanpa di sadari benteng mereka akan "mudah dibombardir" oleh sang lawan islam. Dan. sekarang? sudah bisa kita rasakan bersama.

Dari uaraian diatas dpt kita simpulkan bhw "tafakkur dan tadabbur" terhadap ayat2Nya, baik yg di mushaf maupun di alam kehidupan dan kesemestaan, sbagaimana yg Tuhan ajarkan dlm firmanNya, punya peran yg sangat besar dlm upaya pembangkitan jiwa, menuju sebuah perobahan negeri yg bernuansa sejahtera, adil makmur dan taqwa.

Rupaya ini dulu refleksi dari saya, moga bermanfaat bagi pribadi saya dan juga semua pembaca. Amiin . Allahu a'lam .

Kudus 3 des 2013 ~
By : Hamory Hasan Makmoery
Grup: AL HIKMAH

Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
 
Support : AL HIKMAH | BERITA TERKINI | AL HIKMAH
Copyright © 2013. AL HIKMAH - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger