Home » » MENAGEMEN ALAM SEMESTA

MENAGEMEN ALAM SEMESTA

Post By KUMPULAN KUNCI JAWABAN LENGKAP on Selasa, 28 Januari 2014 | 10.16

Organisasi universal »»

Bumi...... adalah media kehidupan yg sengaja di desain Tuhan bagi ummat manusia sebagai khalifah bumi, untuk menyusun organisasi universal. Sang Nabi adalah "top leader" bagi seluruh ummat manusia dalam meng-oprasionalkan jalannya roda "organisasi kehidupan" .

Allah , sebagai Sang Penguasa alam semesta, tentu punya wewenang mutlaq sebagai Sang Maha pembuat konsep agung yg berupa Al-Qur'an .

Sistem organisasi universal :

1~taat pada Allah
2~taat pada Rasul
3~taat pada ulil-amri , yakni : pemegang kekuasaan . Sebagaimana firmanNya :"Hai orang-orang yg ber-iman,ta'atilah Allah dan ta'atlah RasulNya) , dan ulil-amri di antara kamu ( Annisa 59).

Oprasional tehnis&implementasi ;

Seluruh jin dan ummat manusia di anjurkan Tuhan untuk hanya menyembah padaNya . Sebagaimana firmanNya :
"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku "( Qs al-dzariyaat 56 ).

Ketika Nabi telah tiada , maka kepemimpinan"formal struktural" yg kita taati beralih pada "ulil-amri" , yakni : pemegang kekuasaan di sebuah negara sebagai pengurus kemaslahatan ummat . Bisa disebut kesatupaduan antara pemerintah/kerajaan dengan para 'alim ulama'nya .

Ibadah , adalah tehnis oprasional dalam menjalankan "roda kehidupan" melalui organisasi2 sosial dari garda terdekat , yakni kelurga , hingga yg lebih jauh dan luas , yaitu negara , sebagai media "pengabdian" .

ANTARA IBADAH&MENGABDI
Kata "meng-abdi" dan "ibadah" dari akar kata yg sama, yakni : "abada"= menghamba, menyembah, melayani.
Menyembah, bisa di artikan sebagai ekspresi tunduk dan runduk padaNya serta merasa sangat lemah di hadapan Sang Maha Kuasa .

Manusia di sebut hamba , lantaran hidupnya memang hanya untuk menghamba/menyembah pada Allah .

Ibadah , terdiri dari dua dimensi;
1 ~Ibadah individual . Yakni : shalat dan syare'at lain yg bersifat ritual formal . Shalat sebagai tiang agama , yg merupakan media formal untuk berkomunikasi langsung pada Allah . Pada dimensi ini , lebih tepat jika kita memakai istilah "ber-ibadah" , sebab , shalat memang sebuah "ritual" yg membutuhkan "totalitas jiwa raga" yg secara formal di arahkan hanya untuk "menyembah" padaNya . Simbol2 ketundukan padaNya yg di visualkan dalam gerakan shalat , untuk di aplikasikan kedalam seluruh aspek kehidupan.

2~Ibadah sosial . Yakni : seluruh aktivitas yg menyangkut hajat hidup sosial kemasyarakatan . Dari bidang politik , hukum , ekonomi , sosial dan budaya . Pada dimensi ini kita terbiasa dan lebih tepat menyebutnya dengan kata "mengabdi" yg berarti "melayani" . Maka lahirlah istilah "abdi negara" , abdi dalem , yg terdiri dari pegawai negeri / kerajaan , yg tugasnya adalah "melayani"/meng-abdi atasan/pemerintahan/negara yg outputnya melayani seluruh anak bangsa.

So? Jika eksistensi hidup manusia adalah hanya untuk ibadah , maka , pada hakektnya ,oganisasi2 dari tingkat bawah , yakni keluarga hingga tingkat yg lebih luas , yaitu negara , adalah merupakan media pengabdian . Pengabdian , bisa di sebut "ibadah sosial" yg justru merupakan"puncak dakian" dan "output" dari makna beribadah itu sendiri .

DIMENSI TEOLOGIS DAN SOSIOLOGIS
Ibadah sosial/pengabdian, punya dimensi teologis dan sosiologis. Misalnya : seorang hamba yg sedang bekerja sebagai politisi, meski secara formal lahiriyahnya sedang melayani/mengabdi negara(ber-mu'amalah sosial horizontal), tapi pada hakekatnya dia sedang "menghadap" Allah . Maka , sudah seharusnya hati dan jiwa sang politisi tsb bersikap tawadhuk, tunduk padaNya, yg diekspresikan lewat sikap: ihlas, jujur, adil, desiplin , amanah dll dalam menjalankan roda politiknya. Begitupun dalam organisasi lain yg bersifat swasta dan sub2nya .

Dengan kata lain, bumi raya, adalah arena "pengabdian" bagi seluruh ummat dunia pada negaranya masing-masing , sebagai rangkaian "struktur organisasi universal", yg pada"hakekatnya" adalah merupakan "media beribadah" padaNya . Ibadah individual sbagai "syare'at formal". Implementasi nilai2nya ketengah masyarakat di sebut sebgai "ibadah sosial".

Secara substansial, "abdi negara" adalah predikat seluruh anak bangsa, baik yg di sektor swasta maupun yg di sektor formal negara. Baik yg terlibat organisasi formal maupun yg perorangan.

Allahu a'lam

(Refleksi)

By : Hamory Hasan Makmoery
Grup: AL HIKMAH
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
 
Support : AL HIKMAH | BERITA TERKINI | AL HIKMAH
Copyright © 2013. AL HIKMAH - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger