Home » » FILOSUFI POKOK RITUAL SHALAT

FILOSUFI POKOK RITUAL SHALAT

Post By KUMPULAN KUNCI JAWABAN LENGKAP on Selasa, 04 Februari 2014 | 09.59

HIKMAH, Semua bentuk gerakan dan bacaan dalam shalat punya makna yg luas untuk di fahami. Ritual shalat yang di awali dengan kalimat Takbir : "Allahu Akbar" dan di ahiri dengan kalimat salam : "assalamu 'alaikum" adalah bukti adanya ajaran tentang unsur "vertikal dan horizontal". Yakni, berkomunikasi dengan Allah dan juga berkomunikasi dengan ummat manusia.

Takbir, "Allahu Akbar" yang di simbolkan lewat angkat tangan ke atas dekat organ kepala, dimana didalam organ tersebut terdapat ruang kesadaran aqal untuk berfikir, adalah mengandung unsur Tauhid. Yakni, sebuah ajaran agar seluruh kesadaran aqal memimpin jiwa dan raga untuk bersaksi bahwa hanya Dia Yang Maha Besar dan yang patut untuk di sembah. Kesaksian ini dikuatkan lagi lewat inti makna dari bacaan Qs Alfatehah.

Ruku': bentuk badan yang membungkuk adalah simbol yang mangandung tentang ajaran ketundukan dan keta'atan terhadap segala perintah & laranganNya .

Sujud : organ kepala yg menempel bumi adalah simbol yg mengajarkan agar kita mengakui bahwa manusia itu tercipta dari tanah. Tempatnya dibawah dan di injak-injak milyaran pasang kaki manusia juga binatang. Ilustrasi yg jelas nyata , bahwa manusia adalah mahluq yg sangat lemah di hadapan Tuhan.

So, karna semua manusia itu sama-sama di ciptakan dari tanah , maka hendaknya " jangan saling menghina, mencacimaki, merasa paling punya hak hidup di dunia, dan bentuk-bentuk kesombongan yg lain".

Salam, assalamu 'alaikum yang di visualkan lewat tengok wajah kekanan dan kiri yang punya arti : semoga damai/ sejahtera atas kamu semua , tentu di tujukan pada semua manusia dan isi alam. Hanya manusia-lah pendamba damai yang ber-efek pada damainya seluruh isi alam. Sebab fungsi manusia sebagai pemimpin alam. Mengupayakan sebuah kehidupan yg "bernuasa damai" sama dengan menebar damai pada alam dan seisinya. Manusia di dunia ini, apa pun agama, suku dan bangsanya, butuh akan hadirnya atmosfer "kedamaian dan kesejahteraan ".

Implementasi dan pembuktian dari kata "salam" :

Optimalisasi penciptaan sebuah sistem bermasyarakat yg bernuansa "adil, jujur, amanah dan beradab". Sehingga, KESEJAHTERAAN, KEDAMAIAN, KEAMANAN LINGKUNGAN dan KESENTAOSAAN benar-benar dapat di nikmati dan dirasakan bersama.

Jika rangkaian filosufi tsb dapat ter-aplikasikan dengan "ihlas" dan menjadi sebuah tata sosial, maka predikat "khalifah bumi" benar-benar di sandang oleh manusia. Tata sosial sperti itulah yang di harapakan Allah, dan layak mendapat predikat sebagai "agama islam", sebagaimana spirit yang tertera pada Qs Alma-idah 3 penggalan ter-ahir. Sehingga, seluruh isi alam semesta termasuk milyaran galaksi dan planet-planetnya, bergerak, berputar, berzikir dan bertasbih di bawah pimpinannya.

Itulah hakekat manifestasi "islam" yg berkarakter universal, alias RAHMATAN LIL'LAMIN.
Allahu a'lam.

(Refleksi)

By: Hamory Hasan Makmoery
Grup: AL HIKMAH

Kudus 2 jan 2014~
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
 
Support : AL HIKMAH | BERITA TERKINI | AL HIKMAH
Copyright © 2013. AL HIKMAH - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger